SEGALA AMALAN YANG DILAKUKAN DI KA’BAH AKAN DILIPAT GANDAKAN

SEGALA AMALAN YANG DILAKUKAN DI KA’BAH AKAN DILIPAT GANDAKAN

Sahabat ASWITA, tentu kita sangat berharap dan ingin untuk dapat mengunjungi Baitullah Makkah, menjalankan ibadah dan bersimpuh untuk meminta ampun dan memohon kebaikan kebaikan dalam kehidupan kita. Ada banyak kebaikan yang dapat kita raih saat dapat beribadah di Masjidil Haram, selain Manusia para Malaikat pun ikut bertowaf dan bergegas dalam menjemput kebaikan tersebut.

Selain itu, Ada hal yang special ketika seorang muslim diberikan karunia untuk dapat beribadah di Baitullah. Banyak keutamaan keutamaan yang di dapat saat mengerjakan ibadah di dalamnya. Salah satu keutamaan yang Allah khususkan adalah segala amalan baik maupun buruk akan dilipatgandakan hingga 70 x bahkan lebih. Dan amalan tersebut tidak hanya terbatas pada amalan amalan wajib saja, namun pada amalan sunnah.  Sebagaimana yang dikatakan oleh An Nawawi di dalam Syarhu Muslim ( 9 / 173 ) hadist nomor 1394.

Sebagian para ulama berbeda pendapat, apakah jika seorang muslim melaksanakan amalan amalan wajib sama kadar pahala yang di dapat dengan amalan amalan sunnah?

Sebagian ulama mengatakan bahwa amalan amalan wajib yang dilakukan di Masjidil Haram akan lebih bertambah 70 kali lipat dibanding amalan sunnah. Namun sebagiannya mengatakan tidak sama, bagaimana mungkin pahala yang di dapat setara antara amalan wajib dan amalan sunnah, padahal Nabi pernah bersabda dalam hadisnya : “Sebaik – baiknya sholat bagi seorang muslim adalah di rumahnya, kecuali sholat wajib” 

Pahala yang dilipatgandakan tidak hanya pada sholat saja, bahkan semua amalan kebaikan yang didasari karena ketaaan kepada Allah juga dilipatgandakan oleh Allah subhanahu wataaala. Berkata Al Hasan Al Bashri :

 “Pahala menjalankan Ibadah puasa di Makkah dilipatgandakan pahalanya hingga seratur ribu kali, bersodaqoh di makkah satu dirham dilipatganakan hinggal seratur ribu pahala, dan semua amalan kebaikan yang dilakukan di makkah akan di lipatgandakan hingga seratus ribu kali” diriwayatkan oleh Al Fakihi di dalam Ahbarul Makkah ( 2 / 288 – 292 )

Dan didalam sunan Ibnu Majah nomor hadist ( 3117 ) dari Ibnu Abbas semoga Allah meridhoinya berkata : Bersabda Nabi Shallahu Alaihi wa sallam :

 “Barangsiapa yang mendapatkan bulan puasa di Makkah maka berpuasalah, bagi yang menjalankan puasa di dalamnya dengan mudah maka akan dilipatgandakan pahalanya hingga 100 ribu bulan ramadhan daripada bulan bulan lainnya, dan ditetapkan setiap hari dan malamnya pahala membebaskan budak, dan pahala setiap hari seperti membawa 2 kuda perang di saat berjihad di jalan Allah”

Diriwaykatkan oleh Al Bazzar di dalam Musnadnya nomor ( 6144 ) dari jalan ‘Ashim bin ‘Amr dari Abdillah bin Dinar dari Ibnu ‘ Umar berkata: bersabda Rasulallah Shalllahu Alaihi wasallam :

“Menjalankan Ibadah puasa Ramadhan di Makkah lebih baik dari Seribu ramadhan diluar Makkah”

Masih banyak riwayat riwayat yang menyatakan bahwa menjalankan ibadah dan kebaikan selama dimakkah akan mendapat ganjaran yang berlipat lipat banyaknya. namun sebailknya, tidak hanya kebaikan yang akan dilipatgandakan pahalanya, akan tetapi jika melakukan keburukan pun akan dilipatgandakan dosanya, Naudhubillah. Sebagaimana yang dikatakan para ulama seperti Mujahid, Ibnu Abbas, Ahmad ibnu Hanbal, Ibnu Mas’ud dan banyak lagi.

MELAKUKAN KEBURUKAN DI TANAH HARAM PUN AKAN DI LIPATGANDAKAN DOSANYA. 

Ibnu Abbas di Tanya mengenai kedudukan selain Makkah, beliau menjawab : “ Apa yang aku sedang duduk diatasnya dan Negeri Ini ( Makkah ) maka bagi siapa saja yang menjalankan kebaikan, akan mendapatkan pahala yang berlipat, seperti itu juga keburukan akan di lipatgandakan dosanya, maka bagi yang melakukannya ia akan menanggung beban dosa keburukan tadi yang berlipat lipat.

Sebagian salaf berkata kepada Anaknya : “wahai anaku, waspadalah terhadap perbuatan maksiat, jika engkau terjatuh dalam maksiat maka lakukan di tempat tempat yang buruk, jangan ditempat tempat yang suci dan baik, agar dosa yang engkau dapatkan tidak dilipatgandakan atau dipercepat adzabnya”

Sebagian Ulama berbeda pendapat dalam masalah jumlah yang akan diterima saat menjalankan maksiat di tanah Haram, Apakah sama dengan kadar / jumlah saat menjalankan kebaikan di tanah Haram yaitu hingga 100 ribu kali lipat? Sedangkan Nabi pernah bersabda : “ Barangsiapa yang hendak menjalankan perbuatan buruk dan melakukannya, maka akan ditetapkan satu keburukan untuknya” Riwayat Al Bukhari ( 6491 ) muslim ( 131 ).

Para ulama Kontemporer ( Selain Salaf ) memberikan pendapatnya, Bahwa perdebatan mengenai jumlah yang didapat saat menjalankan keburukan atau maksiat di tanah haram adalah timbangannya, atau kemarahan Allah kepadanya, bukan jumlah dosanya, karena setiap keburukan maka balasanya adalah satu dosa keburukan. Namun kita tahu bahwa keburukan itu berbagai macam, maka jika keburukan itu dilakukannya di tanah haram tentu akan mengakibatkan balasan yang berlipat bahkan kemarahan yang lebih besar, seperti halnya seseorang yang melakukan keburukan di Istana Raja dan di hamparan karpetnya, berbeda jika melakukannya jauh dari istana raja. Wallahu alam

Sahabat Aswita. Mari tanamkan kepada kita untuk dapat mengujungi Baitullah Al Haram Makkah sebelum ajal menjemput. Ikhlaskan niat untuk menjalankan ibadah di sana. Lakukan sebanyak banyaknya kebaikan dan ibadah, dan jauhi segala keburukan, karena keduanya akan dilipatgandakan ganjarannya oleh Allah Subhanahu wa taala.

Di tulis oleh

Al faqir ila rohmatarrabb

Dodon Romadona

Referensi :

‘Ilamussajid bi ahkami Al Masajid, Akhbarul Makkah,

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *